
Kisah Kami

Tuhan bertindak
Man in the Mirror Asia (MIM Asia) berawal dari tahun 2010 ketika Robert Lim diperkenalkan oleh pendetanya kepada buku The Man in the Mirror saat pertemuan pria di gereja. Pesan buku tersebut menggugah hatinya dan mendorongnya untuk meneliti hidup dan imannya lebih dalam.
Di akhir buku, para pria didorong untuk meneruskannya atau membentuk kelompok kecil untuk diskusi dan saling memberi semangat. Robert memilih untuk memulai sebuah kelompok dan berdoa agar ada seorang saudara yang mau menemaninya. Atas kehendak Tuhan, ia segera terhubung dengan David Ong, yang sudah menggunakan buku itu dalam kelompok-kelompok kecil pria. Setelah bertemu dan berdoa bersama, mereka merasakan tuntunan Tuhan untuk mengumpulkan para pria ke dalam perjalanan pemuridan yang otentik melalui sumber daya ini.
Apa yang dimulai dengan seorang pria yang menanggapi panggilan Tuhan melalui pesan buku tersebut, berkat kasih karunia Tuhan, telah berkembang menjadi sebuah gerakan yang terdiri dari orang-orang yang bersama-sama mengejar Kristus di seluruh Asia.

Garis waktu
tahun 2026
MIM Asia telah berkembang menjadi lebih dari 120 kelompok di seluruh Malaysia, Indonesia, Singapura, Tiongkok, Vietnam, Filipina, Korea Selatan, dan Nepal, yang berdampak pada ribuan pria melalui pemuridan dan persaudaraan yang otentik. Banyak yang menyelesaikan kelompok kecil tersebut kemudian mengembangkan kelompok-kelompok baru dan bermitra dengan gereja-gereja untuk membangun jalur pemuridan yang jelas bagi para pria mereka.
Tahun 2013
Kelompok MIM perintis pertama dibentuk di Kuala Lumpur, Malaysia, yang menyatukan delapan pemimpin dari berbagai gereja. Mereka bertemu secara rutin selama setahun, menyelesaikan studi, dan merasakan panggilan Tuhan untuk memperbanyak pekerjaan. Saat mereka merangkul visi ini, kelompok-kelompok baru mulai terbentuk.
Tahun 2017
Patrick Morley, Pendiri Man in the Mirror Ministries (USA), dan Brett Clemmer, Presiden Global, secara resmi mengakui MIM Malaysia sebagai perwakilan MIM di Asia dan menugaskan Robert Lim untuk menjabat sebagai Direktur Asia, dengan tim perintis membentuk komite kepemimpinan.